|
Ternyata sekarang dari
berbagai penelitian itu bisa jadi bukan dari faktor
lingkungan ,tetapi bisa jadi karena pengaruh diabetnya
sendiri yang mempengaruhi perasaan tesrsebut.
Penelitian membuktikan bahwa
penderita Diabetes bila mengalami penurunan fungsi mental
dan suasana hati, mungkin perlu segera diperiksa kadar gula
darahnya. Karena menurut penelitian yang terbaru, gula darah
yang meningkat tinggi (hiperglikemia) akan mempengaruhi
mental dan suasana hati penderita diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang paling banyak
penderitanya. Diabetes tipe 2 ini dulu disebut dengan
diabetes tipe dewasa atau diabetes tidak tergantung insulin
(NIDDM, Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus).
Penelitian ini dilakukan terhadap 20 partisipan yang berusia
rata-rata 61 tahun, dan telah menderita Diabetes selama 6
tahun. Mereka semua telah mendapat bermacam-macam pengobatan,
dari obat-obatan anti diabetik oral (yang diminum) hingga
suntikan insulin.
Partisipan tersebut kemudian diberikan infus glukosa untuk
mendapatkan kadar yang tinggi glukosa dalam darah (hiperglikemia).
Selama proses itu berlangsung, partisipan dilakukan test
atas tingkat perhatian, daya ingat dan kemampuan memroses
informasi.
Hasilnya, pada keadaan hiperglikemia akut, kemampuan dan
kecepatan memroses informasi, daya ingat dan perhatian
mereka, ternyata terganggu. Selain itu, partisipan juga
mengalami gangguan suasana hati, mereka kehilangan rasa
gembiranya dan terjadi peningkatan rasa cemas, kelelahan dan
gelisah.
Jadi Diabetisi yang menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi
mental dan suasana hati, perlu segera mendapat penanganan.
Hal ini dapat terjadi setelah mereka makan.
Mia
Sumber: Jurnal Diabetes Care
|