|
Berbagai Jenis serat yang
ditemukan dalam biji-bijian dan beberapa tumbuhan, disebut
juga sebagai insoluble fiber, dapat membantu mencegah
terjadinya diabetes dengan cara meningkatkan kerja hormon
insulin dalam mengatur gula darah di dalam tubuh. Pernyataan
tersebut dikemukakan dalam jurnal kesehatan Diabetes Care,
ini menjadi bukti bahwa memang terdapat hubungan antara
konsumsi serat (seperti sereal) terhadap rendahnya risiko
diabetes.
Memang banyak pasien saya (khususnya yang menderita diabetes
tipe 2) sangat terbantu atau berkurang risikonya dengan
mengonsumsi serat yang tidak larut. Sebenarnya ada dua macam
serat, yaitu serat larut dan juga serat tidak larut.
Serat yang bersifat larut dalam air dan membentuk suatu
materi seperti gel, yang diyakini dapat menurunkan
kolesterol dan gula darah. Makanan seperti oatmeal dan
biji-bijian (kacang, apel, beri, dan buah lainnya) sangat
tinggi kandungan serat larutnya.
Sedangkan serat yang bersifat tidak larut dalam air dan
dapat melewati sistem pencernaan secara alami
Namun, hal tersebut belum diketahui dengan jelas. Pada
beberapa penelitian, pola makan dengan kandungan serat tidak
larut yang tinggi berhubungan dengan rendahnya risiko
diabetes.
Untuk mengujinya, dilakukan penelitian yang melibatkan 17
wanita dengan berat badan berlebih dan selama 3 hari
melakukan diet dengan mengonsumsi roti yang diperkaya dengan
serat tak larut dan 3 hari lainnya juga mengonsumi roti yang
sama, namun rendah serat. Setelah beberapa hari mengonsumsi
roti yang kaya akan serat, pengaturan sensitivitas
insulin pada para wanita tersebut semakin membaik.
Serat dari sumber yang alami dapat diperoleh dengan
mengonsumsi makanan yang berasal dari bahan-bahan nabati.
Namun, saat ini kebanyakan orang lebih menginginkan segala
sesuatunya bersifat efektif dan efisien, sehingga
mereka cenderung mengonsumsi serat dalam bentuk suplemen
(20-35 gram serat/hari) sebagai pilihan kedua.
Prinsip Diet bagi Diabetisi
Diet Makanan yang dianjurkan untuk diabetisi (individu
dengan diabetes) sebaiknya mengandung zat gizi dengan
komposisi: karbohidrat 55-75% (dari jumlah total kebutuhan
kalori), protein 10-20%, lemak 20-30%.
Prinsip Diet bagi Diabetisi
Konsumsi karbohidrat kompleks, antara lain: nasi, kentang,
pasta (makaroni, sphageti, dll), mie, bihun, roti,
sereal, kacang polong, sayuran, kacang merah.
Makan makanan berserat tinggi, misalnya: roti berserat kasar,
kacang polong, kacang merah, sayuran, buah segar. Kurangi
makan makanan yang banyak mengandung lemak (mentega/margarin,
minyak, krim, keju, bacon, sosis, ham,es krim, kue atau roti
bercita rasa manis).
Prinsip pembagian porsi makanan sehari-hari
Diusahakan porsi tersebar sepanjang hari dengan jadwal 3
kali makan utama dan 3 kali selingan.
Hidup Bersama 'Si Manis'
Terkena penyakit Diabetes Melitus memang merupakan suatu
tantangan tersendiri bagi Anda. Tetapi ini bukan berarti
Anda tidak dapat lagi menikmati hidup. Yang penting,
kendalikan kadar gula darah Anda dengan menjalani perilaku
hidup sehat, misalnya: makan makanan bergizi seimbang dan
tepat. Niscaya Anda akan merasa lebih sehat
dan bahagia!
|